Skip navigation

Bayangkan, seseorang mencampakan mu begitu saja, setelah sekian banyak yg kau korbankan utk nya, semua kau pertaruhkan tanpa pikir dia akan meninggalkan mu, seperti barang sisa, habis dimainkan. Ampas tak bedanya Sampah. Dia hanya meninggalkan sosok seseorang yg kau kasihi sepenuhnya. Namun, sama sekali ia tak menginginkan itu, walau hanya utk mencoba sedikit saja dengan hati. Kau coba menahannya pergi, tapi lagi lagi yg kau dapati, hanya kepedihan yg semakin menyayat dalam.

Lalu sejak itu, kau kehilangan segalanya, bahkan keyakinan yg dikhianati setelah diputuskan bersama, seakan gila diri yg tak lagi kau kenal, tak tau lagi apa yg diinginkan, rasa yg hilang, selayaknya api lilin yg padam. Sekarang semua gelap didepan, walau kau jalani dgn mata terbuka lebar, meraba mengejar bayangan, samar samar, dimana tempat bersandar? semuanya serasa menampar, namun hanya diri ini yg bisa kau salahkan. Tak tau kenapa dan dimana, ya semua hilang. Terbayang.

Hampa, sedekat nafas
Hening menemani bagai sahabat
Ceria yg tak terbagi
kasih yg tlah lama lenyap

Ketika itu dia muncul dan mendapatkanmu. Keterkejutan itu sungguh mengejutkan, hingga membangkitkan semua memory yg dikuburkan, haruskah kau tau? haruskah ku adu? perbuatanmu perlakukan ku, seperti sastra lama, kau menderita selama tak bersama, kau akui, kau lah penyebabnya. Kau mencari dimana? kau kemana? Salahkah aku menyambut pelukmu? salahkah aku menunduk membisu? bukankah ini yg ku inginkan? bgitu banyak tanya kebimbangan dalam otakmu berkecamuk. Ya itu dalam pikiranku, dalam pikiranku.

Ketulusan lah yg kau punya & kau mulai semuanya dgn itu, maka semuanya kau dapati walau tak seperti yg kau duga. Bukan kata kata yg terucap membutakan mu. Cahaya dan udara sejuk menyusup mengendap endap sabar melalui setiap celah yg ada, perlahan cahaya mentari menarik kaki kegelapan, menyeret kelam. Sinar cerah ini selalu menyadarkan mu. Dia tidak mabuk, dia tau hanya kau yg memiliki rasa itu. Setelah dia merasakan pencariannya akan yg sempurna yg ternyata memang tiada. Kehormatan yg diinjak, sakit di rasa semasa hidup. Berbekas tanda agar kita terjaga. Kita manusia, tidakah kau ingat? Dia lah yg selalu kau ucap di setiap doa. Takdirnya, tak kau miliki, kau tak punya kuasa utk itu. Hanya dengan detak & suara hati kau tergerak memaknai. Segalanya miliki arti, bahkan sinar ufuk di pagi hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: