Skip navigation

Tak semua beban bisa kau angkat, Tak semua yg kau mau bisa kau dapat

Ya..awal tulisan ku kali ini dimulai dengan kalimat klise terkenal. Terdengar sedikit memuakan, seperti kalimat kalimat yg muncrat dari mulut seorang Mario Teguh sang pembicara kondang yg kita sudah tau apa yg akan dikatakannya. Namun, ini lah yg saya alami selepas melangkahkan kaki memutuskan utk cabut dari Kota Medan North Sumatra. Ide pertama yg muncul utk cabut dari Medan adalah utk bekerja di Jakarta, namun jalur penunjuk arah berkata lain dan kini ku bermukim di Kota Bandung West Java. Dari utara ke barat, dimana peluang segra kudikat.

Kehilangan? mungkin sedikit terbeset, namun byk hal yg sengaja ku tinggalkan. Demi apa? Demi mengukur diri, suatu hal yg konyol yg ku lalukan dalam umur segini (*kira kira berapa tuh? ah..lanjut dah). Ada rasa penasaran yg cukup tinggi dalam hati dan pikiranku, rasa penasaran itu mengalahkan segalanya bahkan melanggar stiap peraturan yg ada. Selagi selalu ada yg bisa dikerjakan, selimut, aku tanggalkan, perjalan yg hanya dialami sekali, inilah hidup tanpa terus bereksplorasi?

Perpisahan dgn keluarga dan teman serta pertemuan dengan teman lama yg lainnya selalu menjadi dua hal yg berlawanan namun meninggalkan kesan yg mendalam bagiku. Teman teman di Bandung sama seperti aku dan alam, bgitu banyak terjadi perubahan, walau terkadang lebih banyak perubahan yg bernilai kurang, ini tidak jelek sama skali, ini proses yg perlu dilalui, dan ya seperti kata Spydee, semuanya miliki harga.

Saku ini perlu dibiayai, temanku pun banyak yg sedang dalam keadaan terjepit di Bandung ini, apa lagi klo bukan masalah ekonomi, konsistensi dan loyalti ? Ku pilih mengambil sudut pandang yg positif, semuanya dapat diperbaiki, selagi masih bisa dipegang. satu persatu kita pikirkan cari jalan keluar. Jatuh bukan berarti tak dapat bangkit kembali, kosong bukan berarti nihil sama sekali.

Perbicaraan teman ke teman, antara aku dan Pope, aku dan Dule, aku dan Bram, aku dan Ray, aku dan Spydee, aku dan Mali, aku dan Orly, aku dan Aldy, aku dan Momo, dan yg lainnya selalu mengarah kepada matahari esok apakah bersahat dengan kita, bukan utk membakar tapi mengahangatkan dengan sinarnya, pastinya menuju level yg lebih baik seperti mimpi setiap kita. Ya, kita. Kau termasuk didalamnya, karna kita semua adalah sama.

Idealisme, Fanatisme, Visi Misi, Ekonomi, Prestise, Dogma dan Rasa, adalah hal yang akan selalu kita coba sinkronisasikan agar dapat berjalan selalu bergandengan beda namun tidak bersinggungan meski ada luka, yg kita butuhkan hanya satu tujuan dengan hasil yg sama sama puas sesuai porsinya.

Angin akan selalu datang menerpa, Hujan akan selalu menyirami kermarau yg tak miliki pilihan, Keringat aka selalu membasahi dan membaui tubuh ini kita laki laki, Air mata dalam usaha yg harus teraih, Sukses yg trus kita kejar, Doa yg tak putus dipanjatkan.

Pena kita akan trus menorehkan jurnal yg kan jadi sejarah bagi turunan DNA kita, Semangat Yakin dan Allah bersama kita. Kau tau kita tak akan menyerah kawan.

Masa depan, Kita Tantang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: